Salah satunya jika kita membaca Kajian Bacaan Doa Nabi Memohon Perlindungan dari Berbagai Tipu Daya Syaithan niscaya ketenangan dan bemantapan akan selalui ada pada kita.Berdoa sendiri merupakan sunah hukumnya yang diajarkan oleh NABI dan bisa menjadi wajib jika perkara yang kita kerjakan adalah perkara yang diperintahkan dengan wajib pula hukumnya.Kajian fiqih dan hikmah sendiri banyak membahas mengenai manfaat doa sendiri dari segi yang berbeda-beda. Dan tiap orang mungkin tidak akan sama dalam memperoleh kemanfaatanya sesuai dengan keikhlasan mereka masing-masing.
Ajarkan anak kita untuk berdoa setiap saat dan dimanapun kita berada, jika doa yang akan diajarkan belum hafal bisa liat dan hafalkan doa-doanya disini.Dan berikut detail doanya:
Doa merupakan ibadah. Berdoa juga merupakan salah satu cara kita memohon kepada Allah Swt. Allah Swt. menyuruh kita untuk berdoa dan niscaya doa yang kita panjatkan akan dikabulkan-Nya. Selain itu, Allah Swt. berfirman,
”Sesungguhnya orang-orang yang sombong terhadap menyembah-Ku, mereka nanti akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan terhina.” (Q.S. Al Mukmin: 60).Supaya kita tidak termasuk orang yang sombong terhadap Allah Swt. Kita harus bermohon kepada Allah Swt dari sifat sombong tersebut. Sebab sombong adalah salah satu sifat tercela dan sifat setan. Rasulullah Saw mewariskan doa supaya kita dilindungi dari perlindungan dari berbagai tipu daya syaithan. Sebagaimana bacaan doa Rasulullah Saw, melalui sabda Beliau,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ،، قال عبد الله بنُ أَحمد: وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ: ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ، مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْثِهِ، وَنَفْخِهِ “، فَهَمْزُهُ: الْمُوتَةُ، وَنَفْثُهُ: الشِّعْرُ، وَنَفْخُهُ: الْكِبْرُ
"Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Muhammad bin Abi Syaibah, ‘Abdullaah bin Ahmad berkata, dan aku mendengarnya dari ‘Abdullaah, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail, dari ‘Athaa’ bin As-Saa’ib, dari Abu ‘Abdirrahman, dari ‘Abdullaah (bin Mas’uud) -radhiyallaahu ‘anhu-, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dahulu pernah berdo’a,
“Allaahumma inniy a’uudzubika minasy syaithaani, min hamzihi wa naftsihi wa nafkhihi
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari syaithan, dari bisikannya, ludahnya dan tiupannya).” Bisikannya adalah kegilaan, ludahnya adalah sya’ir dan tiupannya adalah kesombongan.[Musnad Ahmad 6/380][14] Diriwayatkan pula oleh Ibnu Maajah (Sunan no. 808); Ibnu Khuzaimah (Shahiih Ibnu Khuzaimah no. 456); Al-Haakim (Al-Mustadrak 1/207); Ibnu Abi Syaibah (Al-Mushannaf no. 29606; Musnad no. 189); Abu Ya’laa Al-Maushiliy (Musnad no. 4994); Ibnu Abi Haatim (Tafsiir no. 8424); Ath-Thabaraaniy (Ad-Du’aa’ no. 1381).
0 komentar:
Posting Komentar